Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Bersyukur mempunyai Christian Science

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 11 Juli 2023


Saya mengenal penyembuhan roha­niah ketika kakak saya yang tertua sem­buh dari penyakit yang mematikan setelah membaca buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy. Setelah kejadian itu saya mulai membaca buku tersebut untuk memperluas wawasan. 

Setelah lulus SMA (sekarang SMU) saya memilih kuliah di fakultas Farmasi. Ketika itu setiap datang bulan saya selalu merasa kesakitan. Suatu hari saya mene­lan dua tablet aspirin untuk mengat asi rasa sakit itu, tetapi penderitaan saya tidak berkurang, justru bertambah hebat. Saat itu saya sendirian di rumah. Dalam kesakitan yang amat sangat dan hampir pingsan saya berseru kepada Allah untuk menolong saya. Kata-kata ini dari buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan datang pada pikiran saya (hlm. 14): "Sadarilah untuk sesaat saja, bahwa Hidup dan kecerdasan bersifat rohaniah semat a­-mat a–tidak ada di dalam zat dan tidak berasal dari zat–maka tubuh tidak akan merasa sakit lagi." Saat itu juga saya memahami bahwa saya adalah ide roha­niah yang diciptakan Allah dan karena itu saya tidak dapat menderita. Rasa sakit itu hilang dengan serta-merta sehingga saya merasa takjub. Sebelumnya saya begitu kesakitan, tetapi tiba-tiba rasa sakit itu lenyap. Kesembuhan ini mengil­hami saya untuk mempelajari buku Ilmu­pengetahuan dan Kesehatan secara lebih serius dan sesudah menikah saya mening­galkan bidang farmasi secara total. 

Saya mulai mempelajari Khotbah Pela­jaran setiap hari. Sedikit demi sedikit saya memahani bahwa Allah adalah Kasih yang tidak berhingga dan bahwa Ia meme­rintahi semuanya. Saya memahami bahwa manusia adalah penyataan Allah, dan tidak dapat dipisahkan dariNya. Kebenaran-kebenaran ini telah membantu saya mengatasi berbagai penyakit dan kekurangan ketika membesarkan anak­-anak saya. 

Beberapa tahun yang lalu saya menga­lami peristiwa yang memberikan kesan yang sangat mendalam akan perlindungan Allah, ketika lima orang yang tidak diund­ang memasuki rumah saya. Kira-kira jam 3 pagi saya mendengar suara berisik di ruang keluarga. Saya pikir itu suara tikus yang kadang-kadang berkeliaran pada malam hari. Tidak terpikir sama sekali bahwa ada pencuri masuk rumah saya. 

Saya berniat bangun dan mengusir tikus-tikus itu, tetapi tiba-tiba saya mera­sa bahwa saya t idak boleh bangun. Kira­kira 15 menit kemudian saya merasa harus memeriksa apa yang terjadi. Saya pun bangkit, tetapi tidak berjalan ke dapur seperti yang biasa saya lakukan, melainkan ke kamar tamu. Saya terkejut melihat pintu kamar tamu terbuka lebar dan empat orang laki-laki di halaman depan sedang berusaha mengangkat tele­visi melewati pagar, sedangkan satu orang berdiri di depan pintu mengawasi keada­an. Saya pun berteriak dengan sekuat­-kuat nya dan mereka semua kabur. 

Ketika memeriksa keadaan rumah, ternyata ada sebilah pisau besar yang dis­elipkan di bawah karpet. Jika saya tidak mengikuti naluri untuk tidak bangun ter­lalu cepat, saya akan bertemu para pencu­ri di ruang keluarga. Hal itu tentulah san­gat berbahaya mengingat mereka telah siap dengan sebilah pisau. 

Pada peristiwa lain, saya dan suami bermaksud pulang ke Jakarta dari Ban­dung. Sampai di set asiun kereta api kami melihat kegaduhan. Seorang pemuda ber­lari, sementara orang banyak mengejar dan memukulinya. Saya berpikir, mung­kinkah saya akan menyaksikan amuk massa yang saat itu sering diberitakan di media cetak maupun tclevisi? Saya san­gat ketakutan dan berusaha mencari poli­si. Tetapi saat itu sama sekali tidak ada polisi. Tiba-tiba pikiran ini datang: "Mengapa tidak mohon pertolongan Allah?" Tentu saja saya dapat mohon per­tolongan Allah untuk mengatasi keadaan apa pun! Hanya itu yang terpikir di benak saya. Ketika saya berpaling untuk melihat, ternyata kegaduhan itu telah reda. Keadaan menjadi hening sekali, dan massa mulai membubarkan diri. Saya merasakan apa yang dikatakan oleh Nabi Yesaya: "Maka sebelum mereka memang­gil, Aku sudah menjawabnya; ketika mere­ka sedang berbicara, Aku sudah menden­garkannya" (Yesaya 65:23). 

Beberapa tahun yang lalu ketika saya mempelajari Khotbah Pelajaran dengan sungguh-sungguh dan memperoleh pema­haman rohaniah yang lebih dalam, saya sembuh dari batuk kronis yang sudah saya derita selama lebih dari 10 tahun. 

Saya sangat bersyukur kepada Ny. Eddy yang telah memberikan kepada kita Christian Science yang memungkinkan umat manusia memprakt ikkan ajaran Yesus dalam kehidupan mereka. 

Sri Umiyati Haryono
Jakarta, Indonesia

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.